Home

Welcome To Your Business Improvement Partner

Let's Improve and Cycle Up your Business Now

Unique Solution

We treat our clients as unique which have unique problem and need unique solution. We don't come with a pre-packed solution. Our solution is formulated only after listening carefully to our clients and learn the problem. We dig deep to the root and solve it. See our approach

Sustainable Result

We are not merely deploying business solution. We don't expect client dependent on our services. We come to help clients to shift their paradigm, build client team, train and equip them. Client will benefit sustainable result long after the engagement end.

Affordable

Great solution is effective solution yet affordable to client resource constraints. We formulate and structure our program while keeping client resource limit in our mind. We let clients set their own pace and guide them to pick solution stages with defined priority.

Quick Win

We start our program by "picking the ripen low hanging fruits" and deliver quick win to our Client. It helps to keep client's team moral high and to grow "can be done" mentality which is important for solving more delicate problem. Clients get quick wins soon after engagement wit us start

Passionate Expert

We are team up experts with significant direct experience in each respected area; operation, manufacturing, marketing, and business management. We are dealing with various business problem and passionately crafting creative solutions and deliver breakthrough to our client. More...

Range of Service

Certain degree of integration and alignment of vision, strategy, operation, and resource management is needed in a business solution. It reduce implementation barrier and avoid "local optimization". Clients benefit our complete range of service and expertise. The solution is aligned.

Satu dekade sebelum ini, sumber daya bukan merupakan fokus bagi industri manufaktur dan industri-industri pengolahan. Kalaupun perusahaan memberikan perhatian pada topik sumber daya, itu terbatas pada upaya kecil dan bertahap dengan hasil perbaikan yang marginal. Era tersebut sudah berakhir, saat ini. Sumber daya sudah harus

masuk dalam daftar prioritas utama kalau bukan yang terutama.

 

Kelangkaan Supply Vs Peningkatan Demand

 

Perusahaan terdesak dari dua arah sekaligus. Pada sisi supply sumber daya makin langka sehingga makin sulit dan makin mahal untuk didapatkan, di saat yang sama perubahan demografi-terutama di Negara berkembang-telah meningkatkan demand untuk barang-barang jadi. Kecenderungan yang sudah mulai sejak beberapa tahun terakhir akan terus meningkat. Tak ada jalan lain bagi industri selain menciptakan upaya dan terobosan untuk bisa menghasilkan lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit.

 

Inefisiensi dan utilisasi rendah

 

Terlepas dari sudah banyak perusahaan yang mengambil langkah nyata dan mendapatkan gain dari upaya meningkatkan produktivitas sumber daya, masih banyak manager di perusahaan-perusahaan yang merasa penggunaan sumber daya di perusahaannya sudah efisien se-efisien yang bisa dicapai perusahaan, bahkan ada yang berpikir bahwa rencana dan upaya lebih jauh untuk meningkatkan productivitas penggunaan sumber daya hanya akan menghambat mereka, karena upaya seperti itu akan menjadi kekuatan yang berlawanan dengan pekerjaan sehari-hari mereka. Pada kenyataannya tetap saja didapati peluang perbaikan dengan gain yang berarti tanpa mengeluarkan biaya untuk merealisasikannya. Paradigma atau belief system atau cara berpikir yang baru memang dibutuhkan untuk bisa melihat peluang perbaikan produktivitas sumber daya.

 

Contoh-contoh berikut ini mungkin mampu memberikan provokasi untuk melihat penggunaan sumber daya dengan cara berpikir yang baru sehingga dapat mengungkap inefisiensi dari sesuatu yang mungkin kita anggap sudah efisien. Contoh-contoh tersebut antara lain:

95% dari waktu setiap mobil hanya diam di tempat parkir, kalau pun sedang digunakan untuk transportasi rata-rata hanya kurang dari 2 orang penumpang yang berada di dalam mobil walaupun 5 kursi penumpang yang disediakan.

Heat rate atau efisiensi konversi energi dalam pembangkit listrik yang menggunakan batu bara tidak mengalami perbaikan berarti sejak 50 tahun terakhir. Nilai median heat rate dari 20 pembangkit di Amerika Serikat adalah 9400 Btu/kWh atau sama dengan efisiensi 36.29% saja.

 

Rata-rata utilisasi Jaringan distribusi daya listrik hanya 30-50 % saja dari kapasitasnya karena range antara beban puncak dan beban normal yang terlalu jauh

 

Peluang

 

Dibalik tantangan tersembunyi peluang yang sangat besar yang belum pernah ada sebelumnya untuk memproduksi dan menggunakan sumber daya yang lebih imaginatif dan efisien, tetapi prosesnya akan merevolusi industri dan manajemen. Rendahnya utilisasi dan inefisiensi yang kronis tidak bisa diatasi melalui rekayasa finansial atau pun dengan berpindah ke lokasi dengan tenaga kerja murah. Sesuatu yang lebih fundamental diperlukan. Beberapa perusahaan bahkan sudah melakukan dan mulai memetik hasilnya. Pada akhirnya nanti daripada menghadpai krisis karena kelangkaan sumber daya, ekonomi dunia akan diremajakan dengan serangkaian peluang bisnis dengan keuntungan yang sangat besar.

 

Untuk dapat memenuhi kebutuhan global yang makin meningkat diperlukan perbaikan produktivitas sumber daya secara dramatis. Dengan kemajuan teknologi perusahaan perusahaan mempunyai kesempatan yang luar biasa bukan hanya untuk memenuhi tantangan tersebut tetapi juga dapat menyulut revolusi pada industri.

 

Menuju Revolusi Industri ke-3

 

Menurut Adam Smith dalam bukunya wealth of nations, ada 3 input untuk industri yaitu Labour, Capital, dan Land (yang secara luas diterjemahkan sebagai sumber daya yang dapat diproduksi atau ditambang dari lahan dan juga tempat untuk membuang atau menampung waste). Dua revolusi industri yang dialami dunia fokus utamanya adalah pada labor dan capital dan belum fokus pada suber daya. Gambaran revelosi industri ke-3 sudah semakin jelas fokusnya. Penekanan pada revolusi sumber daya merupakan pilihan tepat. Hal ini akan memberikan peluang yang sangan besar pada dunia industri. Untuk menangkap peluang ini industri-industri memerlukan pendekatan manajemen yang baru.

 

5 model pendekatan revolusi sumber daya

 

Bisnis yang akan paling banyak memperoleh keuntungan dari revolusi sumber daya adalah yang menggunakan pendekatan berikut ini baik secara sendiri-sendiri atau pun gabungan dari beberapa pendekatan sekaligus. Pendekatan tersebut adalah: Substitusi, Optimasi, Virtualisasi, (diuraikan lebih detil di bawah ini) Sirkulasi adalah mencari nilai kegunaan setelah produk selesai masa pakai pertamanya, dan Eliminasi pemborosan termasuk menrancang ulang dan mengganti proses. Untuk lebih detil mengenai penghilangan pemborosan silahkan baca topic mengenai lean.

 

Subtitusi

Panduan utama pendekatan substitusi adalah mengetahui semua sumber daya yang digunakan oleh perusahaan dalam produk inti dan sumber daya yang dikonsumsi oleh konsumen lalu mencari material yang lebih baik kinerjanya, lebih murah, lebih melimpah atau terbarukan, dan lebih tidak berisiko atau lebih aman, yang mungkin bisa menjadi pengganti. Tetapi jangan menganggap substitusi sekedar mengganti material di dalam BOM (bill of material) melainkan harus melihat substitusi untuk meningkankan performa secara keseluruhan. Seperti motor listrik yang jauh lebih efisien dan lebih aman daripada moto bakar.

 

Dengan semakin kayanya pemahaman sifat material dari kemajuan ilmu material skala nano, digabungkan dengan kecanggihan proses berbasis komputer, peluang mendapatkan substitusi yang revolusioner sangat besar.

 

Contohnya carbon aktif yang dibuat dari partikel nano dengan pore size yang dirancang khusus secara dramatis meningkatkan efisiensi pada penyaringan air, elektroda baterai, juga penangkap debu pada pembangkit tenaga. Bahkan kaca telah “ditemukan” ulang menjadi material yang dipakai pada produk yang bernilai lebih tinggi, dari jaringan kabel fiber optic sampai ke Corning Gorilla Glass yang digunakan pada touch screen bahkan sebuah perusahaan sedang menciptakan “kaca dinamis” yang bisa berubah sifat tembus pandangnya dan sifat meneruskan sinar infra merahnya sehingga bisa dipakai untuk memblok sinar matahari dimusim panas dan sebaliknya menangkap sinar matahari di saat dingin.

 

Substitusi bahkan telah berkembang ke industri pembuatan makanan. Sebuah perusahaan telah menciptakan telur dari bahan-bahan tumbuhan, untuk menggantikan telur pada pembuatan roti dan makanan olahan, dengan karakteristik serta kandungan nutris yang sama seperti telur asli. Biayanya 20 persen lebih murah daripada biaya produksi telur asli dan biayanya akan semakin rendah bila volumenya lebih besar lagi. Bahan yang digunakan bukan yang terkait dengan bahan-bahan biofuel sehingga tidak terpengaruh dengan harga minyak atau biofuel.

 

Optimasi

Perusahaan mempunyai cara lain untuk mendongkark produktivitas sumber dayanya yaitu dengan melakukan optimasi. Misalnya dengan mengintegrasikan teknologi informasi (IT) ke dalam parlatan industri tradisional. Prinsip untuk panduannya cukup sederhana yaitu mengenali yang berikut ini:

Aset-aset mahal apa saja yang bisa diintegrasikan dengan software dan sensor?
Unit peralatan apa yang hanya digunakan untuk waktu yang singkat?
Unit peralatan apa yang mengkonsumsi energi cukup besar yang aktif tanpa menghasilkan kerja?

Tentu bisa berbagai aset yangdapat dikenali dari pertanyaan di atas, bisa peralatan konstruksi yang idle, bisa pewawat terbang yang berputar-putar menunggu landing clear, bisa kontener yang kembali dalam keadaan kosong, bisa peralatan yang down menunggu spare part, dan banyak lagi. Kesemuanya akan bermuara pada solusi IT untuk optimasi routing, penjadwalan, timing, loading, atau bahkan sharing.

Cotoh-contohh ini dapat membantu membuatnya lebih jelas dan juga memberikan pemahaman bahwa solusi-solusi tersebut sudah diterapkan.

GE mengintegrasikan sistem sensor dan software pada engine peswat sehingga mampu mendeteksi pada saat penerbangan berlangsung bila ada perbaikan diperlukan sehingga awak pesawat lewat radio komunikasi bisa menginformasikan kebutuhan perawatan dan spare part yang diperlu disiapkan dimuka sebelum pesawat mendarat dan tim perawatan dan part sudah siap begitu peswat mendarat.

Komatsu membuat system aplikasi yang dapat mendaftar semua alat berat dan peralatan konstruksi yang dimiliki oleh pelanggan serta unit-unit bisnisnya yang tersebar di berbagai lokasi, juga mampu mendeteksi peralatan mana yang sedang idle atau tidak digunakan, serta juga menangkap adanya kebutuhan akan peralatan sehingga dapat mencarikan peralatan yang idle yang bisa disewa pada setiap saat dan memilihkan lokasi peralatan yang terdekat dengan lokasi yang membutuhkan.

Perusahaan kurir UPS bahkan mengoptimasi route pengirimannya dengan bantuan teknologi informasi dan menghindari route yang mempunyai “belokan ke kiri” (untuk daerah dengan kemudi ada di kiri atau jalur lambat dan stop ada di sisi kanan), hal ini untuk meningkatkan speed pengiriman, juga penghematan bahan bakar serta keselamatan.

 

Virtualisasi

Ambilah kertas dan pena lalu tuliskan daftar benda atau produk yang pernah sudah tidak Anda milkiki atau sudah tidak digunakan sekarang, walaupun 5 atau 10 tahun lalu benda-benda tersebut digunakan setiap hari atau menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Sebagian besar orang akan menuliskan daftar benda-benda seperti jam weker, calculator tradisional, kalender kertas, album photo, camera, semua ini telah dijadikan virtual oleh smart phone.

 

Virtualisasi berarti memindahkan aktivitas dari dunia fisik atau tidak melakukan hal-hal karena hal-hal tersebut sudah diotomatisasi, Keduanya ini merupakan tantangan untuk model bisnis perusahaan. Banyak perusahaan yang sangat kepayahan untuk melakukan virtualisasi karena banyak orang tidak mau orang-orang menghentikan kegiatan yang meghasilkan pendapatan bagi mereka. Ketika berpinah ke alam maya atau virtual pendapatan mereka dikhawatirkan turun atau terlihat akan turun lebih banyak daripada penurunan biaya. Salah satu contoh misalnya perusahaan surat kabar, pendapatan iklan digital hanya 1/6 daripada pendapatan iklan surat kabar cetak.

 

Contoh lainnya adalah para produsen mobil atau otomotif tidak menginginkan jika orang-orang mengurangi jumlah berkendara, tetapi justru itulah yang akan atau telah terjadi khususnya dengan mereka yang berada di Negara maju. Informasinya, penduduk di Amerika Serikat rata-rata jumlah kilometer berkendara setiap orang mencapai puncaknya pada tahun 2004. Setelah itu terus menurun, belum diketahui sebab pastinya. Penurunan tersebut terjadi bahkan ketika kondisi ekonomi sedang membaik. Peningkatan harga bahan bakar tentu saja merupakan satu faktor, tetapi yang mungkin lebih berpengaruh adalah karena orang-orang sudah mulai melakukan sesuatu secara virtual yang dulunya dilakukan dengan masuk ke mobil. Misalnya sudah banyak yang mengandalkan pembelian secara online ketimbang pergi ke toko menggunakan mobil, kegiatan bekerja juga sudah lebih virtual karena sudah menggunakan online media serta virtual private network, Skype dan aplikasi video chat lainnya sudah mengurangi orang berkendara ke suatu tempat hanya untuk bertemu dan berdiskusi dengan seseorang.

 

Virtualisasi akan terjadi tidak peduli perusahaan suka atau tidak suka. Dulu sangat sulit mungkin untuk membayangkan sebuah jam weker bisa menjadi sesuatu yang virtual. Saat ini bahkan sudah terjadi sebuah alat analog pengatur temperatur yang begitu-begitu saja dapat dirubah menjadi platform digital untuk layanan security dan pengendalian konsumsi energi secara dinamis, sebentar lagi akan mempunyai fungsi entertainment, memberikan informasi kesehatan, serta komunikasi ke setiap rumah.

Apa yang berikutnya? Bisakah benda sehari-hari seperti kacamata, kunci, uang, dompet akan lenyap dengan cara yang sama? Apakah mobil dan truk masih memerlukan supir? Apakah drone akan menghantarkan paket-paket kiriman?, Bisakah expert system memberikan saran perawatan yang lebih baik dan lebih aman dalam lingkungan industri?

 

Tantangan Terbesar: Integrasi

 

Untuk mendapatkan hasil maksimal dari model-model pendekatan di atas memrlukan perubahan besar pada cara perusahaan beroperasi, mengorganisasi, dan berperilaku. Pengaruh perubahan-perubahan besar pada teknologi disertai membesarnya data dan internet dari segalanya menyulitkan sebagian besar perusahaan dalam melakukan integrasi system yang berarti melekatkan software pada peralatan industri tradisional. Membangun dan menjalankan sistem ini merupakan salah satu tantangan terbesar manajemen abad 21.

Revolusi sumber daya merupakan peluang besar bagi perusahaan abad ini. Namun keberhasilan memerlukan pendekatan manajemen yang baru. Perusahaan-perusahaan yang bersikukuh dengan “perbaikan 2%” yaitu hanya memperbaiki kinerja tahunan sebanyak 2 persen dan merasa baik, akan segera menjadi perusahaan yang usang. Bisnis yang dapat melakukan perbaikan pada produktivitas sumber daya secara dramatis pada skala yang berarti akan menjadi hebat di abad 21 ini.